We have His love for free.. Go!!! Share about how good God is.. share His love..
We’ve been forgiven and received mercy and love freely, we can give of ourselves and love others freely
"Our lives begin to end the day we become silent about things that matter" Dr. Martin Luther King Jr
December 2, 2013
October 25, 2013
August 25, 2011
September 14, 2010
May 20, 2010

February 16, 2010
July 18, 2009
July 1, 2009
June 30, 2009

This is for all you girls about 13high school can be so rough,can be so meanHold on to, on to your innocenceStand your groundwhen everybody’s givin’ in
This one’s for the girls
This is for all you girls about 25In little apartments, just tryin’ to get byLivin’ on, on dreams and spaghettiosWonderin’ where your life is gonna goThis one’s for the girls
Who’ve ever had a broken heart
Who’ve wished upon a shooting star
You’re beautiful the way you areThis one’s for the girls
This one’s for all you girls about 42
Tossin’ pennies into the fountain of youth
Every laugh, laugh line on your face
Made you who you are today
This one’s for the girlsWho’ve ever had a broken heartWho’ve wished upon a shooting starYou’re beautiful the way you areThis one’s for the girlsWho love without holdin’ backWho dream with everything they haveAll around the worldThis one’s for the girls
We’re all the same inside from 1 to 99
This one’s for the girls
"What matters is not your outer appearance--the styling of your hair, the
jewelry you wear, the cut of your clothes--but your inner disposition. Cultivate
inner beauty, the gentle, gracious kind that God delights in (1 Peter 3 :
13-14)",
June 23, 2009
Whoa!!!!!!!!No writings in three months?! Talking about productivity, huh?? The lack of writings are not intend to happen. It’ll because of my dearest hectic life was flowing like a river in the canal full of rocks. There’s no option of anything. No option of putting myself in a cozy chair and starting to write down my strange thoughts. And absolutely no option of daydreaming.
But, anyway, despite of all the writinglessness, I’ve got a grand plan somewhere here in the part of my random mind iniside of my tiny brain. So, as a ransom thinker, the plan will be so random too. And I’ve decided to post about it before the muse is gone with the wind.
These past months had gave me a wonderfully blessed days, days to share and cherish as well like other days in my life. Great things have taken place in part of my years of living lately. Let me briefly elaborate it here:
Well..I’ve said it..guess that’s all. Uhm..it totally relieving to write and post something here. Can’t wait to post another writings. By the way the picture was taken in Lawang Sewu, Semarang, one of the place I visited. thought it look great.
March 23, 2009
Beberapa hari yang lalu seorang teman menulis dalam status facebooknya “too much love will kill you.”. Sebenarnya tak ada latar belakang filosofis di balik penulisan status itu, sahabatku hanya ber-iseng-iseng ria. Tak disangka keisengannya itu membawa hasil juga. Beberapa teman memberi komentar tentang statusnya itu, baik itu komentar serius maupun tak kalah isengnya. Suatu hal yang menarik bagaimana terjadi suatu paradoks seperti ungkapan di atas. ”Terlalu banyak cinta bisa membunuhmu”. Terbersit kesan lucu dalam ungkapan itu dan sedikit sarkastik menurutku. Terkesan lucu karena ungkapan tersebut apabila (tentu saja) tidak merujuk ke perbuatan membunuh yang sebenarnya. Bukan pembunuhan fisik yang notabene merupakan perbuatan pidana dan patut dihukum. Kurasa ungkapan ini memiliki artian bahwa cinta seseorang terhadap orang lain seringkali membunuh semua kebebasan pribadi orang yang dicintai atau mungkin juga berarti bahwa jika seseorang terlalu mencintai orang lain dengan berlebihan pada akhirnya cinta itu akan membuat yang mencintai itu menderita. Entahlah..mungkin masih ada arti lain lagi dalam ungkapan tersebut. But anyway.. anyhow, ungkapan ini membuat ku berpikir tentang kisah Sari. Sari sangat mencintai keluarganya. Dia sangat mencintai anak-anaknya. Cintanya itu membawa dilema bagi dirinya. Di satu sisi dia ingin anaknya lahir dan hidup, namun di sisi lain kemiskinan mendesaknya membuat keputusan yang berbeda, yaitu aborsi. Dan jika ia memilih untuk aborsi atas nama ‘cinta’, secara harafiah bisa dikatakan “too much love will kill you”. Tapi benarkah aborsi bisa disebut sebagai perbuatan cinta???
Beberapa orang menyatakan bahwa aborsi adalah tindakan belas kasihan yang merupakan ekspresi ‘cinta’ terhadap anak, sehingga si anak tak harus menderita hidup dalam ketertolakan. Dalam kasus-kasus seperti yang terjadi pada Sari, aborsi atas nama ‘cinta’ sering terjadi. Ada kecenderungan untuk membenarkan bahwa tak mengapa seorang perempuan mengaborsi kandungannya apabila dia tak sanggup menghidupi anaknya itu supaya anaknya tak menderita. Memang tampaknya terpuji. Tapi arti yang sebenarnya dari itu adalah bahwa apabila seorang anak terlalu mahal untuk dibiarkan hidup lebih baik dia tak dilahirkan sama sekali. Hahhhh???? Sejak kapan penentuan hidup dan mati seseorang ditentukan dengan mahal dan murah?? Seorang anak dalam kandungan bukanlah barang. Meskipun dia masih hidup ‘menumpang’ dalam tubuh ibunya, dia juga sama hidupnya dengan manusia lainnya.
Alasan-alasan yang dipakai untuk membenarkan aborsi karena kemiskinan ini dipilih dangan hati-hati dan dibuat dengan bahasa yang semanusiawi mungkin, sehingga mengaburkan apa yang menjadi pokok permasalahannya. Padahal dalam aborsi, pokok pembahasan yang harus kita fokuskan adalah masalah hidup dan mati seorang manusia. Masalah ekonomi atau ketidakmampuan finansial tak ada kaitannya dengan ini. Tapi seringkali apa yang tidak berkaitan malahan menjadi penyebab utama.
Terdapat berjuta-juta anak-anak yang hidup dalam kemiskinan. Tapi tak ada manusia yang berpikiran bahwa mereka harus dihapuskan dari muka bumi ini karena kita tak sanggup membiayai mereka lagi, bukan?! Begitu juga dengan bayi dalam kandungan atau anak-anak yang belum lahir. Semiskin apapun kenyataan yang menanti mereka tak ada alasan untuk seorang pun utnuk mengakhiri hidup mereka sejak dalam kandungan. Jalan keluar dari kemiskinan bukanlah aborsi. Kemiskinan takkan terselesaikan dengan kemiskinan dan aborsi tidaklah meringankan penderitaan karena kemiskinan, tapi justru aborsi hanyalah menambah satu lagi beban pikiran dan mimpi buruk serta penyesalan.
Seorang anak adalah anugerah yang luar biasa dari Tuhan dan bukanlah beban. Tuhan telah memperhitungkan secara detil dimana dan siapa yang akan menjadi orang tua seorang anak. Tuhan telah memperhitungkannya dengan mempertimbangkan baik buruknya darui berbagai sisi, dan tak ada maksud dari Sang Pencipta untuk menyusahkan siapapun dengan kehadiran seorang anak. Dalam setiap kelahiran, seorang anak telah dilekatkan suka cita bagi orang tuanya dan orang-orang disekitarnya.
Apabila orang tua merasa terbeban ataupun disusahkan dengan kelahiran seorang anak, anak tersebut masih bisa hidup dan jika orang tuanya mau bisa diserahkan untuk diadopsi keluarga lain yang lebih mampu ataupun meminta bantuan kepada lembaga-lembaga yang berkompeten untuk membantu dalam masalah ini. Tapi, jangan jadikan aborsi jalan keluarnya, karena aborsi bukan jalan keluar. Jangan sampai memilih pilihan ceroboh yang membawa penyesalan seumur hidup.
Hmm..aku sungguh berharap dan berdoa bahwa Sari dan perempuan-perempuan lain dalam situasi yang sama di luar sana bisa memilih hal yang terbaik bagi anaknya dan dirinya sendiri yaitu dengan memberikan hadiah terindah bagi anaknya....Sebuah Kehidupan.
March 4, 2009
“Pokoknya kamu harus gugurin kandungan itu, kalo nggak, kamu gak dianggep sebagai anak ayah lagi. Dan kamu harus keluar dari rumah ini!!!!!!!!!!!”February 19, 2009

February 4, 2009

February 3, 2009

January 23, 2009

January 5, 2009
December 30, 2008
December 24, 2008
December 12, 2008